|
| September 2010
|
| sun |
mon |
tue |
wed |
thu |
fri |
sat |
|
|
|
1 |
2 |
3 |
4 |
| 5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
| 12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
17 |
18 |
| 19 |
20 |
21 |
22 |
23 |
24 |
25 |
| 26 |
27 |
28 |
29 |
30 |
|
aug
|
oct
|
|
KREATIFITAS DAN PRODUKTIVITAS
creator: Rahardi Ramelan
category: Opini
create date: 2007-11-02
user group:
role: all
|
KREATIFITAS DAN PRODUKTIVITAS
Oleh: Rahardi Ramelan
Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember ITS
Tiga hal yang saya anggap penting dari sambutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pembukaan Trade Expo Indonesia ke 22, pada tanggal 23 Oktober 2007, yaitu penekanan masalah KREATIFITAS, BRANDING, dan PERSAINGAN GLOBAL. Suatu pemikiran maju yang perlu mendapat perhatian lebih mendalam serta langkah-langkah konkrit untuk dapat merealisasikannya. Satu pekerjaan berat bagi anggota kabinet dan para eselon satunya, serta instansi-instasi lainnya.
Presiden sudah beberapa kali menekankan akan terjadinya ekonomi kreatif sebagai gelombang keempat. Sambil menelusuri stand pameran, saya berusaha mendapatkan jawaban dari beberapa orang pejabat, mengenai ekonomi kreatif yang dimaksud oleh presiden. Tidak mendapatkan jawaban yang jelas, malah jadi bingung. Dibawah ini beberapa hal yang menjadi pandangan saya.
Kreatifitas
Saat ini para pakar banyak membicarakan gelombang keempat yang akan terjadi setelah Information Economy atau Information Age yang sedang kita jalani ini. Ada yang menamakannnya akan terjadi Creative Economy, dan ada juga yang menyebutnya Conceptual Age. Pada dasarnya adalah meningkatnya proses produktif dalam masyarakat sebagai hasil olah otak sebelah kanan. Faktor budaya, lingkungan, keindahan, dan kenyamanan akan memberikan aksen yang kuat dalam kehidupan. Barang dan jasapun akan sangat dipengaruhi oleh hasil olah otak sebelah kanan tersebut. Kita ketahui bahwa kreatifitas dan inovasi merupakan ujung tombak dalam menghadapi persaingan global yang berkembang dinamis. Kreatifitas dan inovasi dapat terjadi disemua lapisan masyarakat dan tidak tergantung dengan tingkat pendidikan. Prakondisi yang penting untuk mendukung proses kreatifitas dan inovasi adalah tingginya tingkat kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat atau terhadap perubahan lingkungan. Daya inovasi adalah kemampuan individu atau masyarakat memanipulasi atau mengintervensi lingkungan menurut kepentingan individu atau masyarakat tersebut. Proses dari kreatifitas menjadi inovasi biasanya dapat bejalan lebih sempurna dalam sebuah inkubator, dan kita telah memiliki beragam inkubator yang tersebar diseluruh nusantara. Kemajuan dan keadaan inkubator kita sangat menyedihkan, penyebab utamanya adalah terbatasnya dana berupa seed capital. Tidak ada atau terbatasnya dukungan bagi mereka yang mendirikan perusahaan baru (start up company) dengan membawakan hasil kreatifitas, inovasi, dan hasil litbang. Terbatasnya jumlah perusahaan modal ventura yang berperan sebagai venture capitalist murni. Kesemua ini menyebabkan terhambatnya proses kreatifitas, inovasi, dan kelahiran perusahaan baru.
Brand dan desain
Branding dan promosi merupakan keharusan dalam dunia yang kompetitif. Dalam industri garmen dan kuliner, sudah banyak brand dan merek milik anak bangsa yang mulai dominan dipasar dalam negeri. Khususnya dalam bidang industri kuliner brand-brand tersebut didukung dengan sistim waralaba yang agresif. Memang masih banyak brand berbau impor untuk dapat bersaing dan menyesuaikan dengan selera konsumen. Beberapa perusahaan dalam industri kuliner telah mulai ekspansi ke negara tetangga. Kita belum memanfaatkan industri kuliner sebagai promosi budaya melalui pendirian restoran Indonesia di luar negeri. Sudah saatnya para ahli kuliner kita duduk bersama, menentukan menu-menu khas yang menjadi keharusan sebuah restoran Indonesia di luar negeri.
Desain merupakan salah satu muara dari proses kreatif, sejak 2001 di Departemen Perindustrian sudah ada Pusat Desain Nasional (PDN), yang status dan perkembangannya sampai sekarang tetap kerdil. Kalau kita secara sungguh-sungguh bermaksud menggalakkan industri kreatif ini, maka status dan keberadaan PDN harus direvitalisasi. Juga tidak ketinggalan bahwa kita telah memiliki beberapa perusahaan konsultan branding yang mempunyai kemampuan sejajar dengan perusahaan ternama didunia. Institusi pemerintah, BUMN dan perusahaan nasional lainnya harus mempertimbangkan keberadaan mereka, dan memanfaatkan jasanya.
Produktivitas
Salah satu komponen yang penting dalam ekonomi menghadapi persaingan global adalah produktivitas. Kita harus mengakui bahwa produktivitas ekonomi kita rendah. Masalahnya sangat kompleks, bukan hanya masalah tenaga kerja, melainkan berbagai sistem yang terkait, multi faktor productivity. Upaya mengangkat masalah prodiktivitas ini, telah dilakukan dengan mengadakan perubahan, yaitu dengan meningkatkan lembaga yang ada dengan membentuk Lembaga Produktivitas Nasional melalui peraturan presiden pada tahun 2005. Namun demikian disayangkan bahwa lembaga yang sudah sejak lama dibahas dan didiskusikan untuk dapat mengangkat masalah produktivitas ini, dalam kelahirannya telah melenceng dari cita-cita tersebut, dan masih didominasi oleh permasalahan ketenaga kerjaan, serta dikhawatirkan akan terbelenggu oleh birokrasi. KADIN beberapa tahun yang lalu telah berupaya juga membentuk National Productivity Center (NPC), yang tidak jelas perkembangannya. Kita memerlukan lembaga produktivitas yang independen dan dapat melihat masalahnya secara menyeluruh.
Keadaan sudah makin mendesak dan saatnya pemerintah segera mengadakan revitalisasi baik kebijakan maupun kelembagan yang mendukung lahirnya perusahaan baru, peningkatan kemampuan desain dan peningkatan produktivitas. Yang berarti juga akan mendukung kemajuan ekonomi kreatif untuk bersaing di pasar global.
Dimuat di Harian Suara Pemabaruan 30 Nopember 2007
|
|
|
|
add comment
|
|